Desa kecil itu bernama al-Adwah. Seperti desa-desa Mesir pada umumnya,
tak ada yang istimewa di sana. Sebuah desa yang sederhana. Sesederhana
mimpi anak-anak yang lahir di sini. Mimpi mereka satu-satunya; kelak
mereka ingin hidup lebih baik dan lebih layak.
Sebagian besar penduduknya adalah petani. Hampir sebagian besar
waktunya dihabiskan mengurus tanah pertanian. Bahkan, nama Provinsi
Syarqiyah sendiri kalah populer dengan provinsi lain, semisal
Iskandaria yang menjadi tujuan utama wisatawan manca negara, atau
seperti Provinsi Giza yang terkenal dengan piramidanya
. Di desa inilah Muhammad Mursi dilahirkan. Tepatnya 20 Agustus 1951. Dia berasal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya seorang petani. Mursi anak pertama dari enam bersaudara. Dua saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan. Masa kecilnya dihabiskan di desa kelahiran hingga selesai SMA. Menurut saudara Mursi bernama Husein, tak ada yang istimewa dari seorang Mursi ketika kecil. Dia tumbuh layaknya anak-anak kampung lainnya. Selain kegiatannya di sekolah, Mursi aktif membantu pekerjaan ayahnya menggarap lahan pertanian. Dia berangkat dari rumahnya dengan menunggang keledai.
Harga Normal Rp. 65.000
PROMO Ramadhan Rp. 50.000
Order via sms/telp ke : 0878 300 265 78
pin BB : 29857848
. Di desa inilah Muhammad Mursi dilahirkan. Tepatnya 20 Agustus 1951. Dia berasal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya seorang petani. Mursi anak pertama dari enam bersaudara. Dua saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan. Masa kecilnya dihabiskan di desa kelahiran hingga selesai SMA. Menurut saudara Mursi bernama Husein, tak ada yang istimewa dari seorang Mursi ketika kecil. Dia tumbuh layaknya anak-anak kampung lainnya. Selain kegiatannya di sekolah, Mursi aktif membantu pekerjaan ayahnya menggarap lahan pertanian. Dia berangkat dari rumahnya dengan menunggang keledai.
Harga Normal Rp. 65.000
PROMO Ramadhan Rp. 50.000
Order via sms/telp ke : 0878 300 265 78
pin BB : 29857848
